Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan berbasis tulisan (teks), tapi juga bisa menghasilkan gambar dengan kualitas yang cukup realistis. Tak perlu banyak perintah, cukup dengan satu kalimat singkat, chatbot bisa "melukis" visual sesuai permintaan si pengguna. Dalam hitungan detik, gambar apapun bisa direkayasa oleh sistem AI tersebut. Yang menarik, kemampuan AI ini semakin banyak dikembangkan lewat berbagai pembaruan besar. OpenAI, misalnya, baru saja meluncurkan GPT-5 untuk ChatGPT yang digadang-gadang lebih canggih dan akurat. Tak mau ketinggalan, Google juga menghadirkan Gemini 2.5 Flash yang diklaim punya kemampuan visual lebih canggih, termasuk kualitas gambar lebih baik, kontrol kreatif lebih presisi, hingga kecepatan pemrosesan yang tetap rendah. Untuk membuktikan kemampuan keduanya, KompasTekno kembali "mengadu" dua chatbot kenaamaan itu dengan memintanya membuat gambar dan membandingkan mana yang paling mendekati kata "realistis".
Kami memberikan lima prompt yang sama kepada ChatGPT-5 dan Gemini 2.5 Flash untuk menggambarkan kota Jakarta dalam berbagai tempat dan situasi. Berikut lima topik prompt yang dipakai: Kota Jakarta saat jam sibuk di pagi hari Suasana malam hari di sekitar kawasan Bundaran HI Kota tua Jakarta dan ragam aktivitasnya Stadion GBK Jakarta di masa depan Adapun wujud "realistis" yang KompasTekno nilai untuk membandingkan kedua AI ini yaitu mencakup aspek detail dan kesesuaian dengan deskripsi prompt. Bagaimana hasilnya? berikut hasil eksperimen dan analisis kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar